Showing posts with label web programming. Show all posts
Showing posts with label web programming. Show all posts

Friday, March 25, 2016

Tutorial Instalasi Xampp

Instalasi PHP XAMPP

Untuk menginstall PHP, paling mudah adalah menggunakan paket instalasi. Cukup dobel klik, next, next, next, finish. Ada beberapa paket instalasi WAMP (Windows Apache MySQL PHP) yang tersedia, antara lain:
Dari ketiga paket di atas, penulis menyarankan menggunakan XAMPP karena lebih lengkap dan update serta populer di Indonesia. Atau jika Anda lebih suka yang advanced, Anda dapat mencoba instalasi Apache, PHP dan MySQL secara manual. Berikut di bawah langkah-langkah untuk menginstall XAMPP (download, next next next, finish, uji coba):

Download XAMPP

Untuk mendownload XAMPP, dapat mengunjungi situs apachefriends.org dan mendownload paket XAMPP yang sesuai dengan sistem operasi Anda.

Instalasi XAMPP

Kepanjangan dari XAMPP:
  • X, Cross Platform, tersedia untuk Windows, Linux dan juga Mac OS
  • A, Apache, merupakan web server, yaitu aplikasi yang menjawab permintaan web.
  • M, MySQL, merupakan database server, yaitu aplikasi yang melayankan penyimpanan dan pemanggilan data.
  • P, PHP, merupakan aplikasi interpreter (penerjemah). Berjalan di bawah Apache, menjalankan perintah-perintah yang di dalam file .php.
  • P, Perl, sama seperti PHP, juga merupakan bahasa pemrograman yang ditujukan untuk mengoperasikan web. Akan tetapi bahasa ini kurang populer.
Seperti namanya, ketika Anda menginstall XAMPP, maka Anda telah menginstall aplikasi-aplikasi di atas, beserta beberapa aplikasi lain:
  • Mercury Mail Server, menyediakan layanan email.
  • Filezilla FTP Server, melayani FTP (File Transfer Protocol), untuk pengelolaan file server jarak jauh.
  • Tomcat, atau Apache Tomcat, menjalankan aplikasi java.
Dobel klik file yang telah didownload, misalnya: xampp-win32-5.6.11-0-VC11-installer.exe. Tunggu (agak lama) sampai muncul window instalasi XAMPP. Bila muncul window peringatan seperti di bawah, cukup klik OK. Peringatan tersebut mengatakan untuk menghindari menginstall ke folder Program Files bila UAC (User Access Control) aktif. Untuk menghindari sakit kepala, sebaiknya dituruti saja dan install ke lokasi default: C:/xampp.

Setelah mengklik Next satu kali, akan muncul pilihan aplikasi yang akan diinstal seperti di bawah. Jika Anda baru mempelajari PHP, besar kemungkinan Anda hanya akan menggunakan Apache, MySQL, PHP dan phpMyAdmin. Anda dapat mematikan centang aplikasi lain. Akan tetapi sebaiknya tetap dicentang saja, karena aplikasi tersebut tidak terlalu mengganggu.

Berikutnya pilih folder instalasi, lihat-lihat website bitnami.com/xampp sambil menunggu instalasi dan Finish sambil menjalankan XAMPP Control Panel. Akan muncul window XAMPP Control Panel seperti berikut:

Anda dapat mengklik tombol Start pada Apache dan MySQL untuk memulai belajar PHP. Ingat bahwa PHP bekerja di bawah Apache. Tidak ada tombol PHP di sini. Anda harus men"Start" Apache dan MySQL setiap kali Anda menghidupkan komputer pada Windows 7. Terkecuali Anda menginstall Apache dan MySQL sebagai windows service. Untuk itu, Anda mungkin perlu menjalankan XAMPP dengan mode Administrator bila Anda menggunakan Windows 7, 8, 8.1 atau 10.
Pada windows 8, Anda dapat menekan tombol windows, kemudian mencari "XAMPP Control Panel" dan tekan CTRL + SHIFT + ENTER untuk menjalankan dalam mode administrator. Atau pada start screen, klik kanan dan pilih run as administrator:


Anda dapat mencentang service pada aplikasi yang Anda inginkan. Misalnya Apache dan MySQL. Kemudian klik "Start" untuk menjalankannya. Dengan instalasi Apache dan MySQL sebagai service, maka mereka akan langsung dalam dijalankan setiap kali komputer dihidupkan. Terserah kepada Anda untuk menginstallnya sebagai service atau tidak.

Mencoba menjalankan XAMPP

Untuk menguji coba jalannya XAMPP, buka suatu browser, Google Chrome, Mozilla Firefox, Internet Explorer atau yang lainnya. Kemudian ketikkan pada URL: localhost atau 127.0.0.1 dan tekan enter. Akan tampil halaman dashboard XAMPP. Perlu diketahui bahwa terkadang ada komputer yang tidak dapat mengenali localhost dan hanya mengenali 127.0.0.1.

Anda dapat browsing secara offline pada halaman-halaman dashboard tersebut yang berisi beberapa tips mengenai konfigurasi XAMPP dalam bahasa inggris. Jika Anda masih pemula, sebaiknya abaikan saja dulu petunjuk-petunjuk tersebut.

Menjalankan phpMyAdmin

Biasanya pada XAMPP versi-versi sebelumnya, phpMyAdmin sudah langsung bisa digunakan dengan mengetikkan localhost/phpMyAdmin pada URL browser. Akan tetapi pada versi yang sedang kita bahas, folder phpMyAdmin yang terdapat di C:/xampp harus dipindahkan terlebih dahulu ke folder C:/xampp/htdocs untuk bisa dipakai, seperti tampak pada gambar di bawah:

Meng-uninstall XAMPP

Bila suatu saat Anda perlu menghapus XAMPP dari komputer, cukup menjalankan file uninstall.exe pada folder XAMPP. Perlu diperhatikan bahwa jika Anda sudah membuat beberapa program, mungkin Anda perlu MENGCOPY FOLDER HTDOCS dan MEMBACKUP DATABASE MySQL Anda sebelum menguninstall XAMPP, karena proses uninstall tentu saja juga akan menghapus program di dalam folder htdocs dan database MySQL di dalam XAMPP.

Sampai di sini mengenai instalasi XAMPP, untuk selanjutnya, kita akan mempelajari Hello World pada PHP.

Belajar Pemograman Web PHP (Perl Hypertext Processor)

 

Belajar PHP

PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling populer di dunia. Kepopuleran PHP banyak disebabkan oleh lisensinya yang Open Source dan kemudahan mempelajarinya. Akan tetapi, untuk mempelajari pemrograman web dengan PHP, kita juga harus mempelajari HTML, Javascript dan CSS. Dan saat ini, terdapat juga beberapa Javascript dan CSS framework yang sangat membantu dalam pembuatan program PHP, seperti AngularJS, jQuery, Twitter Bootstrap dan Modernizr.

Cara Belajar PHP

Pada tutorial di sini, akan dijelaskan cara-cara membuat web, dimulai dari konsep konsep dasar sampai ke konsep lanjutan. Dan terkadang Anda akan diarahkan ke halaman lain untuk mempelajari HTML, Javascript, CSS atau konsep lain yang dibutuhkan pada materi tersebut. Rangkaian tutorial ini hanya akan membahas PHP murni, tanpa framework.

Teknologi Web seputar PHP

Untuk dapat menggunakan PHP dengan baik, diperlukan pengetahuan dan skill pada teknologi web terutama HTML, javascript dan CSS. Berikut di bawah ini adalah beberapa teknologi tersebut beserta penjelasan singkatnya.

HTML (Hypertext Markup Language)

Digunakan untuk mendefinisikan tampilan web. Semua yang tampil pada web, mulai dari gambar, tulisan, ketebalan tulisan, posisi tulisan, tombol, formulir dan sebagainya, ditulis dalam HTML. Versi terbaru HTML disebut dengan HTML 5 merupakan perkembangan dari versi sebelumnya seperti HTML 4 dan XHTML. Jika Anda mempelajari HTML, pastikan Anda mempelajari HTML versi terbaru.

CSS (Cascading Style Sheet)

Juga digunakan untuk mendefinisikan tampilan web. Tetapi lebih ke arah "menghias" tampilan web. CSS menunjuk ke elemen tertentu di dalam HTML, dan memodifikasi tampilannya, dapat berupa bentuk, tebal tulisan, warna tulisan, posisi tulisan, dan sebagainya.

Javascript

Pada javascript, sering digunakan istilah DOM (Document Object Model), yaitu objek program yang mewakili elemen-elemen pada HTML. Javascript memberi perintah kepada objek-objek HTML melalui DOM. Selain javascript, terdapat juga Java dan Flash yang masih sering digunakan di Client Side (sisi klien).
Perlu diketahui juga bahwa kode javascript tidak dapat disembunyikan. Semua orang akan dapat melihat kodenya. Javascript paling jauh hanya dapat disamarkan (obfuscated). Jika dibandingkan dengan Java dan Flash, kode sumber Java dan Flash lebih sulit untuk dibuka. Jadi bila Anda membuat program di Javascript, pastikan bahwa tidak akan timbul masalah bila kode tersebut dilihat orang lain (hacker).

jQuery

Merupakan library (pustaka) javascript. Beberapa ahli pemrograman web belakangan ini menyarankan agar tidak terlalu bergantung dengan jQuery, dan menggunakan javascript bawaan saja (belakangan disebut juga vanillajs), karena prosesnya menjadi lebih lambat. Akan tetapi Saya tetap menganjurkan jQuery, karena kemudahan yang disediakan jQuery sangat membantu. Sedangkan kerugian jQuery hanya beberapa tambahan KB yang harus dipanggil browser dan tidak terlalu lambat dibanding javascript biasa.
Perlu diketahui juga, jQuery library tidak sama dengan jQuery UI. jQuery digunakan untuk memanipulasi DOM dengan cepat. Sedangkan jQuery UI digunakan untuk menampilkan UI (User Interface / antarmuka) yang lebih manis dan interaktif dibandingkan dengan UI HTML biasa. jQuery UI memiliki ukuran yang cukup berat dan beberapa kelemahan. Untuk saat ini, Saya sarankan untuk menggunakan jQuery saja, dan digabung dengan UI Framework yang lain seperti Bootstrap atau Modernizr.

Kenapa memilih PHP

PHP dianggap mudah dipelajari karena:

  1. Mudah diinstal. Di internet sudah banyak terdapat paket instalasi seperti XAMPP, Appserv, dan WAMP.
  2. Tidak memerlukan deklarasi variabel dan library yang rumit.
  3. Saat diinstal, biasanya sudah langsung dapat dihubungkan dengan berbagai Database server.
  4. Sudah banyak terdapat tutorial dan pembahasan trik trik PHP di internet.
  5. Anda bahkan bisa mencoba mengonlinekan situs Anda di berbagai hosting gratis yang ada di Internet.

Bahasa pemrograman web selain PHP:

  1. Keluarga ASP .NET. Terdapat beberapa teknologi terkait ASP, seperti ASP .NET itu sendiri, dan beberapa versi ASP .NET MVC. Terakhir sudah sampai MVC 5. Perlu diketahui bahwa ASP .NET MVC adalah suatu framework pemrograman web. Sehingga agak berbeda dengan PHP murni. Akan tetapi dapat disamakan dengan PHP bila PHP menggunakan library framework seperti Code Igniter, Yii, atau Laravel.
  2. Java Enterprise Edition. Menggunakan bahasa pemrograman Java. Penulis sendiri belum berhasil mencoba menjalankan hello world pada platform ini.
  3. Code Fusion. Teknologi ini sudah agak tua, dan sepertinya hampir tidak ada yang memakainya lagi.
  4. Ruby On Rails. Cukup booming selama beberapa tahun, tetapi masa depannya sepertinya agak suram.
  5. NodeJS. Merupakan teknologi baru, tetapi belakangan mulai booming. Tapi teknologi ini masih belum matang. Sehingga penulis sarankan teknologi ini cukup dipelajari sebagai hobi dan antisipasi saja.
ASP .NET baik menggunakan VB.NET ataupun C# merupakan skillset yang cukup banyak dicari, tetapi menurut penulis, tidak gampang untuk mempelajari ASP.NET. Akan tetapi bila Anda memiliki background pemrograman .NET misalnya untuk desktop, mungkin ASP bisa menjadi suatu pertimbangan.
Sedangkan untuk NodeJS, seperti yang sudah dijelaskan di atas, masih belum matang sepenuhnya, dan butuh pengetahuan luas mengenai pemrograman, terutama tentang OOP dan Javascript.
Bila dibandingkan dengan PHP, maka PHP memiliki beberapa keunggulan dibanding yang lain:
  1. Cepat. Ada banyak situs yang membandingkan kecepatan PHP, ASP dan NodeJS dengan berbagai pendapat. Saya di sini tidak akan memihak, tetapi PHP 7 direncanakan akan dirilis dan kecepatan PHP 7 meningkat sangat signifikan dibanding PHP 5. Jadi untuk ke depan, PHP tidak akan kalah dalam hal kecepatan.
  2. Murah. Kita dapat dengan mudah menemukan hosting PHP yang gratis, murah ataupun mahal. Tidak demikian dengan ASP.NET. Cukup banyak hosting untuk ASP.NET, akan tetapi jarang ada yang gratis. Sedangkan untuk NodeJS, belum banyak terdapat jasa hosting NodeJS.
  3. Multi platform. PHP bisa dijalankan baik di Linux ataupun Windows. Hanya perlu diperhatikan bahwa pada server Linux, URL bersifat case sensitive, sehingga sangat perlu untuk memperhatikan URL. Misalkan "../images/TandaTanya.png" tidak sama dengan "../images/tandatanya.png".

PHP Framework

Penulis lebih cenderung murni (pure) tanpa framework. Karena framework akan terus muncul yang baru, sedangkan bila kita mempunyai struktur kode yang baik, koding kita akan tetap sangat bisa dimaintain. Tetapi meskipun Anda memilih untuk menggunakan suatu framework, tutorial ini tetap akan sangat bermanfaat karena PHP murni dapat dipakai pada framework PHP manapun.
Jika Anda ingin menggunakan PHP Framework, Saya benar-benar menyarankan untuk berpikir ulang. Jika Anda memang ingin, pilihlah Code Igniter, karena itu merupakan salah satu framework tertua yang paling banyak dipakai. Berjudi dengan Yii, Laravel atau sejenisnya hanya akan membuat Anda berjaya 1 atau 2 tahun. Sisanya Anda akan sibuk mempelajari framework baru.

Saturday, March 16, 2013

Pengenalan PHP

Dasar-dasar PHP 4 — Kode Pertama Anda
OK deh, sekarang kita coba menulis kode PHP pertama kita. Tolong salin kode berikut ke sebuah file (pakai notepad aja bisa), dan tuliskan apa yang ingin anda tampilkan pada browser di antara tanda kutip. “Echo” dalam kode dibawah ini artinya tampilkan pada layar web browser saat anda membuka file tersebut:
?
1
2
3
<?php
echo ("Anda berada di situs Prothelon");
?>
Simpan file tersebut dengan nama apa saja tanpa spasi dan diakhiri dengan .php (perhatian para pengguna notepad:saat menulis nama file apitlah dengan tanda kutip), dan jika anda sudah menginstal server di komputer anda sendiri, anda harus menyimpannya di directory khusus tempat root web server anda (jika anda menggunakan phptriad lokasinya adalah c:\apache\htdocs).
Langkah berikutnya adalah membuka file pertama anda di browser.
Ketik http://localhost/namafile.php untuk melihat hasil karya besar anda, dan ya, anda seharusnya melihat tulisan “Anda berada di situs Prothelon” (jangan gunakan file -> open, dan jangan lupa menyalakan server web anda. Untuk phptriad klik phptriad ->start apache).
Jika anda mencoba kode di server web di internet, FTP file anda ke root server web anda.
Ayo, sekarang coba dulu dan buat kode pertama anda bekerja.
Kalau sudah berhasil, kembali lagi ke sini dan kita akan bermain-main lagi. (kalau belum berhasil, tulis komentar saja).
Perhatikan Error
Asyik kan? Pasti ….. kalau sukses, kalau tidak bete nih pasti. Apalagi ketemu error di skrip. Anda sangat mungkin akan mendapat error mirip seperti ini (habis, sering sih….dapat error model gini.):
Parse error: parse error in http://localhost/namafile.php on line 12
Pesan error ini sangat bermanfaat dan anda akan banyak bertemu dengan pesan tersebut, pesan error tuh mirip sama orang yang gak suka sama kita, hobinya ngritik terus, tapi kalau kritik itu kita manfaatkan untuk perbaikan, kita bisa mendapat manfaat. Sukurin tuh, orang yang ngritik kita, niat mencela, malah kita manfaatin.
Anda akan memperoleh pesan seperti itu untuk tiap baris kode kita yang salah. Untuk kebutuhan kita, sebetulnya yg perlu kita ketahui adalah bahwa ada yg salah pada kode kita di baris 12. Langkah berikutnya tentu saja mengecek kode kita. Saat inilah mulai terasa repotnya pakai notepad.
Harus ngitung baris. Makanya coba pakai editor lain, saya sendiri menyukai crimson editor. Untuk kebutuhan kita, kita hanya perlu tahu bahwa ada sesuatu yang salah dengan kode kita di baris 12, jadi mari segera kita lihat baris tsb, dan siapa tahu bisa mengetahui penyebabnya.  Saya selalu mulai dengan melihat apakah sintaks dasar saya sudah benar, misalnya apakah saya sudah menuliskan ; di akhir baris, tag penutup, tanda kurung ?
Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Terusin yah …
Mari kita meneruskan kode kita dengan menambahkan beberapa bagian yang penting ke halaman terakhir kita tadi.
Dalam kode yang sudah anda tulis, tolong tuliskan beberapa baris lagi. kalau anda perhatikan, anda dapat menggabungkan lebih dari satu fungsi PHP dalam sebuah tag PHP. Ingat, gunakan komentar sesering mungkin. Komentar dalam kode bisa anda gunakan untuk menjelaskan apa yang dilakukan setiap bagian sebagai referensi nantinya saat membaca ulang kode script kita lagi.
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
Berikut scriptnya, dan saya akan menggunakan print sebagai alternatif dari perintah echo pada contoh sebelumnya. Keduanya berfungsi untuk menampilkan sesuatu ke layar browser anda.
Teks ini (atau HTML apapun yang ingin anda tampilkan) akan muncul persis sebelum kode-kode PHP. Untuk memperjelas, saya tambahkan komentar-komentar PHP. Masih ingat kan? Cara penulisan komentar PHP  berupa baris-baris yang diawali dengan tanda //.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
<html>
<body>
<p><p>
<?php
// contoh pertama yang kita gunakan, phpversion ini adalah
// sebuah fungsi yang akan menampilkan versi PHP yang anda gunakan
phpversion();
// berikutnya, kita coba menampilkan kode HTML
// ke browser untuk membentuk
// layout halaman yang kita tampilkan.
// Dalam kasus contoh kali ini, kita akan menggunakan tag <p>,
// tag <p> dapat diletakkan
// dalam baris print yang sama seperti saat kita menuliskan
// teks "Anda berada di situs prothelon.com"
// di antara teks phpversion dan
// hal-hal lain di baris sesudahnya.
print ("<p>"); /* tag <p> digunakan untuk membuat paragraf
baru*/
print ("Anda berada di situs prothelon.com");
print ("<p>");
/* fungsi "phpinfo" berikut ini akan menampilkan sebuah halaman
yang panjang yang memberikan kita informasi mengenai
konfigurasi
versi PHP yang kita gunakan. Ini akan sangat berguna saat kita
melakukan troubleshooting nantinya */
phpinfo();
?>
</body>
</html>
CATATAN: fungsi phpinfo akan menghasilkan informasi yang sangat panjang mengenai versi dan status server PHP anda. Jangan khawatir, karena untuk saat ini Anda tidak perlu memahami semua artinya, saya hanya ingin menunjukkan pada anda bahwa ada fungsi tersebut. Suatu saat anda akan memerlukannya, misalnya untuk melihat versi server PHP, lokasi file-file konfigurasi, dll.

Setelah sebelumnya kita mempelajari Tutorial Pengenalan PHP , sekarang waktunya untuk melanjutkan dengan membahas aturan penulisan kode PHP.
Masih ingat saat belajar PHP sebelumnya kan? Kalau kode-kode PHP anda akan disisipkan di antara kode-kode HTML. Sebagai akibatnya, PHP dan HTML akan sama-sama kita tulis dalam bentuk teks biasa. Kode PHP anda (misalnya dalam contoh di bawah ini  adalah sebuah halaman yang menampilkan kata-kata “Anda berada di situs Prothelon!”) akan berada di sela-sela kode-kode dalam sebuah file HTML yang berekstensi .php, bukan .htm atau .html seperti biasanya.
Contoh halaman dari penjelasan tersebut adalah sebagai berikut. Perhatikan contoh aturan penulisan kode PHP ini :

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<html>
<head>
<title> Contoh Halaman PHP </title>
</head>
<body>
<font color="blue">PHP kode saya akan membuat halaman ini menampilkan:</font>
<p>
<?php
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>
</body>
</html>
Nah, perhatikan contohdi atas. Anda mungkin sudah mulai memahami cara kerja PHP dan HTML. HTML tetap diperlakukan sebagaimana HTML persis seperti HTML tanpa kode PHP, tetapi semua kode yang berada di antara tag akan dianggap kode PHP dan diproses oleh server PHP.
Ingat kan? Hasil output dari proses PHP itu yang akan ditampilkan oleh HTML ke browser. Perhatikan bahwa jika anda menyimpan file dengan ekstensi .htm/html, maka browser juga akan muncul akan menampilkan juga tag php namun tidak memprosesnya, sehingga muncul seperti ini:

1
2
3
<?php
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>
Sedangkan jika anda menyimpan dalam ekstensi .php, maka yang muncul hanya:
Anda berada di situs Prothelon!
Gitu….
Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Cara Penulisan Kode PHP
Setelah anda memahami bagaimana sebuah kode PHP dan HTML dikawinkan dan diproses, sekarang saatnya bagi anda untuk mempelajari aturan-aturan dasar penulisan sintaks PHP. Aturan-aturan dasarnya secara singkat adalah sebagai berikut:
Penamaan File PHP
File PHP anda harus disimpan dengan ekstensi .php (jika anda menemukan file dengan  ekstensi .php3 atau phtml maka kemungkinan besar file-file tersebut ditulis menggunakan PHP versi 3 ke bawah). Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, file-file tersebut akan disimpan sebagai file teks biasa. (Artinya kita ndak butuh editor khusus kalau kepepet, cukup notepad. Namun perlu diingat bahwa notepad tidak memunculkan nomor baris yang akan kita perlukan saat melakukan debugging jika ada masalah dengan kode kita).
Komentar PHP
Komentar adalah bagian penting dalam kode PHP yang anda buat. Anda akan memerlukan komentar ini untuk membantu mengingat lagi kegunaan sebuah blok kode nantinya. Anda harus membiasakandiri untuk menuliskan catatan tentang kode-kode anda dengan tag komentar, sehingga sifat manusiawi kita yang pelupa bisa terbantu jika suatu saat anda perlu mereview kembali kode-kode yang pernah anda buat. Cara untuk membuat komentar yang tidak ingin anda tampilkan atau eksekusi adalah  dengan menambahkan “//” di awal baris atau mengapit komentar dengan “/*” dan “*/” jika perlu membuat komentar yang panjang:
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
// Baris ini akan diabaikan. Catatan untuk kita sendiri:
// Saya membuat script ini sambil
//Membaca, berenang dan menyelam.
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
/*
Tiga baris berikut ini juga akan diabaikan.
Dan jangan lupa untuk kembali ke situs ini setiap minggu
untuk melihat artikel/tutorial baru!
*/
?>

Permulaan Kode PHP
Blok kode PHP diawali dengan “<?php” (atau cukup disingkat “<?” saja bila server anda mengijinkan…dan biasanya bisa).
Akhir Kode PHP
Blok kode PHP ditutup dengan menambahkan “?>” di akhir blok kodenya.
Akhir Baris Program PHP
Setiap baris instruksi program diakhiri dengan tanda titik koma “;”. Artinya walaupun anda menuliskannya lebih dari 1 baris tetap akan dianggap satu baris instruksi program jika belum ada tanda titik koma (lihat contoh di penjelasan tanda kurung di bawah).
Tanda Kurung
Tanda kurung akan banyak anda gunakan dalam kode PHP. Salah satu penggunaan yang sering dilakukan adalah dalam memanggil fungsi. Secara sederhana, setiap fungsi PHP akan berbentuk seperti ini ….

1
print ( );
“print” adalah nama fungsi dan informasi lain yang perlu ditambahkan pada fungsi tersebut akan anda tuliskandi dalam tanda kurung. Ingat….. jangan lupa untuk mengakhiri dengan tanda titik koma (kesalahan tidak mengakhiri dengan titik koma ini paling sering terjadi pada pemula). Oh iya, sebelum lupa, echo() juga memiliki kegunaan yang sama dengan print().
Spasi, pergantian baris, dll tidak akan mempengaruhi output lho. Sehingga, bagian kode berikut ini …

1
2
3
<?php
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>
… akan menghasilkan hal yang sama dengan kode berikut ini:

1
2
<?php print ("Anda berada di si
tus Prothelon!"); ?>
Saran saya, anda tetap menuliskan dengan menggunakan spasi, kurung dan tab secara wajar. Hal ini penting untuk mempermudah kita membaca program yang panjang. (Biasain yach…)
Belajar PHP harus langsung praktek biar cepet paham.
Ok, itulah akhir dari penjelasan tentang aturan penulisan kode PHP kita kali ini. Gimana, masih semangat? Sudah siap menulis kode PHP anda yang pertama? Yuk, datang lagi minggu depan untuk memulai.